Batik, It’s a Work of Art

Batik, It’s a Work of Art

Kreativitas sudah terbentuk dalam diri manusia sejak dulu, kreativitas tidak hanya soal bertahan hidup saja. Dengan kata lain, kehidupan manusia pastilah penuh dengan kreasi yang selalu memiliki makna. Siklus ini telah berlangsung ratusan tahun hingga saat ini. Hingga kemudian istilah seni dipakai sebagai bentuk apresiasi akan karya manusia yang indah, unik, megah, dan tak ternilai.

Seni mewarnai telah berkembang begitu lama. Jika dulu menggunakan media kulit binatang, atau daun lontar. Makin berkembanglah saat ditemukannya kain sebagai media. Berawal dari coretan, yang berubah menjadi lukisan simbol alam atau religi yang menjadikan seni mewarnai menjadi sebuah karya seni. Setiap tempat pasti memiliki ragam bentuk yang berbeda, bergantung paham atau kepercayaan yang dianut.

Pewarnaan pada kain yang saat ini masih digemari adalah batik.  Arkeolog Indonesia berpendapat bahwa tradisi batik berasal dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Namun, baru pada abad delapan belas batik menjadi populer. Terutama pada zaman Majapahit.  Batik yang dihasilkan berupa batik tulis.  Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I. Pada masa itu, batik telah menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan ketrampilan membatik sebagai pekerjaan eksklusif. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun temurun, sehingga motif yang dibuat mudah dikenali karena setiap keluarga memiliki corak motif yang berbeda. Bahkan, status sosial seseorang juga ditunjukkan lewat batik yang dikenakan.

Batik tulis menjadi produk batik utama. Pola dan warna batik tulis tidak mungkin bisa dibuat sama. Dibutuhkan keahlian yang diperoleh berkat belajar selama bertahun-tahun untuk membuat pola. Pewarnaan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada rumus pencampuran warna yang tidak bisa diatur secara akurat, karena berdasarkan perasaan. Apalagi batik tulis dibuat secara bolak balik menggunakan tangan. Canting sebagai media, akan mengantar ide manusia yang dituangkan dalam kain mori.  Lalu keindahan itu pun tercipta.

Pembeda motif batik tulis adalah batik yang memiliki karakter dinamis dan karya warna. Penentuan motif bebas, dan tidak terpaku pada pakem sehingga mudah dirancang dalam berbagai bentuk busana.  Selera pasar pun bisa dengan mudah diikuti. Bukan berarti motif klasik tidak lagi diminati, tapi batik sendiri telah berubah sebagai industri global yang secara ekonomi mampu menunjang hajat hidup orang banyak.

Itulah sebabnya pengrajin batik selalu berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan batik yang bermutu, berkualitas, tapi memiliki nilai jual. Diantara sekian banyak motif batik, selalu ada pembeda.  Seorang pengrajin batik pernah berucap jika warna itu memiliki masa, tapi nuansa klasik akan tetap diterima. Motif klasik memiliki kesan yang anggun, tegas, tapi juga cantik. Guratan bentuk simbolnya memiliki aksen kuat, menciptakan pola yang indah. Warnanya tidak begitu cerah, namun terlihat elegan.

Lain pula dengan motif modern yang memiliki karakter dinamis dan karya warna. Warnanya cerah menyala, benturan motifnya dapat diterima, bahkan jika terlihat tidak beraturan justru nampak unik. Kombinasi bentuk bulat, kotak, diagonal, atau berlekuk kerap menjadi dasar motif. Masuknya budaya lain turut memberikan tambahan motif batik yang sering disebut peranakan. Persilangan budaya Indonesia dengan budaya luar turut menghadirkan nuansa batik yang mewah. Bak lukisan dengan ornamen bunga atau burung yang menjadi penghias. Gabungan warnanya seimbang, tidak berlebihan. Tersimpan sebuah cerita dalam selembar kain. Ada pesan yang ingin disampaikan, bahwa keindahan itu tak terbatas, lugas, jujur, dan terkadang polos.

Diakhir perjalanan, cobalah untuk menguji ketenangan, dan keahlian dengan membatik pada kain yang polos. Sekilas nampak mudah, tapi kebalikannya. Membatik itu harus dibarengi cinta, ketenangan, dan harapan untuk menghasilkan karya terbaik. Batik menjadi hasil kreasi manusia yang telah berhasil dijaga, dimanfaatkan, dan digunakan oleh banyak orang. Karya terbaik akan batik pasti akan terus muncul dan berkembang. Kreasi itu tak akan terjadi jika tidak dibarengi apresiasi oleh manusia itu sendiri. Layaknya karya seni, semakin tinggi apreasi, semakin tinggi pula nilai yang diperoleh.

See Also

Menggunakan Dress Batik Sesuai Tubuh
Menggunakan Dress Batik Sesuai Tubuh
Macam-macam Bahan Alami Pewarna Batik
Macam-macam Bahan Alami Pewarna Batik
Batik Papua, Kain Tradisional Khas Papua
Batik Papua, Kain Tradisional Khas Papua
Mengenal Jenis-jenis Kain Batik
Mengenal Jenis-jenis Kain Batik